Fonemik
Fonem dan Alofon
Fonem merupakan abstraksi dari satu atau sejumlah fon, entah vocal maupun konsonan. Umpamanya kita ingin mengetahui bunyi [P] fonem
atau bukan, maka kita cari, misalnya,
pasangan kata paku dan baku. Kedua
kata ini mirip sekali. Masing-masing terdiri dari empat buah bunyi. Kata
paku terdiri dari bunyi [P], [a],
[k], dan bunyi [u];
sedangkan kata baku terdiri dari bunyi [b], [a],
[k], dan [u]. Jadi, pada
pasangan paku dan baku terdapat tiga buah bunyi yang
sama, yaitu bunyi kedua, ketiga,
dan keempat. Yang
berbeda hanya bunyi pertama, yaitu bunyi [p] pada
kata paku dan bunyi [b] pada
kata baku.
Untuk membuktikan sebuah bunyi adalah fonem atau bukan dapat juga digunakan pasangan minimal yang salah satu anggotanya “rumpang”., untuk membuktikan bunyi [h] adalah fonem atau bukan kita dapat mengambil pasangan [tuah] dan [tua]. Bentuk [tuah] memiliki empat buah bunyi, sedangkan bentuk [tua] hanya memiliki tiga buah bunyi. Maka, jika bunyi [h] itu di tinggalkan, makna kata itu akan berbeda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bunyi [h] adalah sebuah fonem [h].
Cara untuk mengetahui sebuah bunyi adalah fonem atau bukan, kita harus mencari yang
disebut pasangan
minimal atau minimal pair, yaitu dua buah bentuk yang
bunyinya mirip dan hanya sedikit berbeda. Untuk membuktikan sebuah bunyi adalah fonem atau bukan dapat juga digunakan pasangan
minimal yang salah satu anggotanya
“rumpang”. Artinya, jumlah bunyi pada anggota pasangan yang
rumpang itu kekurangan satu bunyi dari anggota yang
utuh. Memang ada kemungkinan kita sukar mencari pasangan
minimal untuk membuktikan sebuah bunyi adalah sebuah fonem atau bukan. Dalam hal ini kiranya petunjuk yang
diajukan Samsuri (1983)
dapat dipedomani. Kalau kita melihat kembali pembicaraan mengenai vokal, maka kita akan melihat bahwa bunyi :
>vokal depan tinggi ada dua, yaitu vocal depan tinggi atas [i] dan vocal depan tinggi bawah
[l].
>vocal belakang tinggi ada dua, yaitu vocal belakang tinggi atas [u] dan vocal belakang tinggi bawah [U].
>vokal belakang sedang ada dua, yaitu vokal belakang sedang atas [o] dan vokal belakang sedang bawah [c].
CONTOH:
Persoalan kita sekarang apakah bunyi vokal [i] dan vokal [l] dua buah fonem atau sebuah fonem. Kalau kita menggunakan cara dengan mencari pasangan minimal untuk kedua bunyi vokal itu dalam bahasa Indonesia ternyata sampai saat ini tidak ada. Yang menjadi kenyataan adalah bahwa kedua vocal itu, [i] dan [l] memiliki distribusi yang berbeda. Vokal [i] menempati posisi pada silabel (suku kata) terbuka, silabel yang tidak memiliki koda; sedangkan vokal [l] menempati silabel yang mempunyai koda. Oleh karena itu bisa disimpulakan bahwa:
Persoalan kita sekarang apakah bunyi vokal [i] dan vokal [l] dua buah fonem atau sebuah fonem. Kalau kita menggunakan cara dengan mencari pasangan minimal untuk kedua bunyi vokal itu dalam bahasa Indonesia ternyata sampai saat ini tidak ada. Yang menjadi kenyataan adalah bahwa kedua vocal itu, [i] dan [l] memiliki distribusi yang berbeda. Vokal [i] menempati posisi pada silabel (suku kata) terbuka, silabel yang tidak memiliki koda; sedangkan vokal [l] menempati silabel yang mempunyai koda. Oleh karena itu bisa disimpulakan bahwa:
1. Vokal [i]
dan [l] bukanlah merupakan dua buah fonem,
melainkan cuma anggota dari sebuah fonem yang sama yaitu fonem /i/.
2. Vokal [i]
dan vokal [l]
didstribusinya tidak sama: vokal [i]
berdistribusi pada silabel terbuka atau
silabel tak berkoda;
sedangkan vokal [l]
berdistribusi pada silabel terbuka atau silabel berkoda.
3. Vokal [i]
dan vokal [l]
memiliki distribusi komplamenter,
berdistribusi yang saling melengkapi.
Fonem Bahasa Indonesia
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat
membedakan arti. Ilmu yang mempelajari tentang fonem disebut fonemik. Fonemik
merupakan bagian dari fonologi. Fonologi ini khusus mempelajari bunyi bahasa.
Untuk mengetahui suatu fonem harus diperlukan pasangan minimal.
Contoh:
harus – arus ? /h/ adalah fonem karena membedakan arti
kata harus dan arus
Fonem dalam bahasa Indonesia terdiri atas vokal dan
konsonan. Vokal adalah bunyi ujaran yang tidak mendapatkan rintangan saat
dikeluarkan dari paru-paru.
Vokal dibagi menjadi dua, yaitu vokal tunggal
(monoftong) yang meliputi a, i, u, e, o dan vokal rangkap (diftong), yang
meliputi ai, au, oi.
Konsonan adalah bunyi ujaran yang dihasilkan dari
paru-paru dan mengalami rintangan saat keluarnya. Contoh konsonan antara lain
p, b, m, w, f, v, t, d, n, c, j, k, g, h. Konsonan rangkap disebut kluster.
Contoh kluster pada kata drama, tradisi, film, modern.
Fonem Vokal
Nama-nama fonem vokal yang ada dalam bahasa
Indonesia adalah
1.
/i/ vokal depan , tinggi, tak bundar.
2.
/e/ vokal depan, sedang, atas, tak bundar.
3.
/a/ vokal depan, rendah, tak bundar.
4.
/ә/ vokal tengah,
sedang, tak bundar.
5.
/u/ vokal belakang, atas, bundar.
6.
/o/ vokal belakang, sedang, bundar.
Fonem
Diftong
Fonem diftong yang ada dalam bahasa Indonesia adalah fonem diftong /ay/,
diftong /aw/, dan diftong /oy/. Ketiganya dapat dibuktikan dengan pasangan
minimal.
/ay/ gulai x gula (gulay x gula)
/aw/
pulau x pula (pulaw x pula)
/oi/
sekoi x seka (sәkoy x seka)
Fonem
Kosonan
Nama-
nama fonem kosonan bahasa Indonesia adalah:
1. /b/ konsonan bilabial, hambat, bersuara.
2. /p/ konsonan bilabial, hambat, tak bersuara.
3. /m/ konsonan bilabial, nasal.
4. /w/ konsonan bilabial, semi vokal.
5. /f/ konsonan labiodental, geseran, tak bersuara.
6. /d/ konsonan apikoalveolar, hambat, bersuara.
7. /t/ konsonan apikoalveolar, hambat, tak bersuara.
8. /n/ konsonan apikoalveolar, nasal.
9. /r/ konsonan apikoaleveolar, getar.
10. /z/ konsonan laminoalveoalar, geseran, bersuara.
Lafal Fonem Konsonan
1. Fonem/b/
Fonem ini memiliki dua realisasi
,yaitu:
Pertama ,direalisasikan sebagai bunyi
/b/ apabila berada pada awal silabel, baik silabel terbuka maupun silabel
tertutup yang bukan ditutup oleh fonem konsonan/b/. Misalnya terdapat pada kata
<bagus> [bagus],<kabur> [kabur], dan <bantal> [bantal].
Kedua , direalisasikan
sebagai bunyi [b] dan [p] apabila berposisi sebagai koda pada sebuah
silabel.Misalnya,pada kata:
<sebab>
diucapkan [s∂bab] atau [s∂bap]
<jawab>
diucapkan [jawab] atau [jawap]
<sabtu>
diucapkan [sabtu] atau [saptu]
2. Fonem/p/
Fonem ini secara umum direalisasikan
sebagai bunyi [p] baik sebagai onset pada sebuah silabel maupun sebagai koda.
Misalnya,<papan> [papan],<puku> [pukul], dan <sampul>
[sampul]. Namun ,perlu dicatat fonem /p/ pada awal kata bila diberi prefiks me-
atau prefiks pe- akan luluh atau disenyawakan dengan bunyi nasal yang homorgan
(sealat ucap). Misalnya:
me + pilih → [memilih]
pe
+ pilih → [pemilih]
me + potong → [memotong]
pe
+ potong → [pemotong]
3. Fonem/n/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi
[n], seperti pada kata <nanas> [nanas], <pinang> [pinan],dan
<iman> [iman].
4. Fonem/w/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi
[w] seperti pada kata <waris>
[waris] <awan>,[awan], dan <bawal> [bawal], dan <wow> [wow].
5. Fonem/f/
Fonem ini secara umum direalisasikan sebagai bunyi [f], seperti pada kata
<fikir> [fikir], <kafe>, [kafe],dan <aktif> [aktif]. Kata
serapan asing yang secara ortografi ditulis dengan huruf <v>, seperti
pada kata < vitamin> , >variasi> dan <rival> juga dilafalkan
sebagai bunyi [f] . jadi,lafal ketiga kata itu adalah [fitamin], [fariasi],dan
[rifal].
6. Fonem/d/
Fonem ini memiliki dua macam
realisasi,yaitu
Pertama ,direalisasikan sebagai bunyi
/d/ apabila berposisi sebagai onset pada sebuah silabel . Misalnya terdapat
pada kata <daging > [dagin],<hadis>
[hadis], dan <dada> [dada].
Kedua , direalisasikan sebagai bunyi [t] dan [d] bila berposisi
sebagai koda pada sebuah silabelyaitu:
<abad> dilafalkan
[abat] atau [abad]
<ahad>
dilafalkan [ahat] atau [ahad]
<jilid> dilafalkan
[jilit] atau [jilid]
7. Fonem/t/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi
[t] , seperti pada kata <titi> [titi], <latih>[latih], dan
<rebut> [rebut].
Namun, perlu dicatat fonem/t/ pada
posisi awal bila diberi prefiks me- atau prefiks pe- akan luluh dan bersenyawa
dengan bunyi nasal yang homorgan dengan fonem /t/ itu misalnya:
me + tari → [menari]
pe
+ tari → [penari]
me + tumbuk → [menumbuk]
pe
+ tumbuk →
[penumbuk]
8. Fonem/r/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi
[r] baik berposisi sebagai onset maupun sebagai koda pada sebuah silabel.
Misalnya pada kata <ribut>, [ribut],<karet>, [kar], dan
<kabar>, [kabar].
9. Fonem/s/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi
[s] baik sebagai onset maupun sebagai koda pada sebuah silabel.Misalnya pada
kata <sakit> [sakit],<pesan> [pesan] ,dan <kamus> [kamus].
10. Fonem/y/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [y] seperti pada
kata <yatim>, [yatim], <ayun>, [ayun],dan <yayasan>
[yayasan].Fonem ini tidak pernah berposisi sebagai koda.
Realisasi Fonem
Bahasa Indonesia
Realisasi
fonem adalah pengungkapan sebenarnya dari ciri atau satuan fonologis, yaitu fonem menjadi bunyi bahasa
Realisasi
Fonem Vokal
Berdasarkan pembentukannya, realisasi fonem vocal dibedakan sebagai berikut :
a. Fonem /i/ adalah vocal tinggi-depan-takbulat.
b. Fonem /u/ adalah vocal atas-belakang-bulat.
c. Fonem /e/ adalah vocal
sedang-depan-bulat.
d. Fonem /¶/ adalah
vocal sedang-tangah-bulat.
e. Fonem /o/ adalah vocal sedang-belakang-bulat.
f. Fonem
/a/ adalah vokal
rendah-tengah-bulat.
Fonem konsonan
Berdasarkan cara pembentukannya, realisasi fonem konsonan dibedakan sebagai berikut:
a. Konsonan hambat.
b. Konsonan Frikatif.
c. konsonan getar-alveolar.
d. konsonan lateral-alveolar.
e. konsonan nasal.
f. semi-vokal.
Assalamu'alaikum.
BalasHapusNama : Sopiah
NIM : A1B115021
Perwakilan dari kelompok 1
Apa yang dimaksud dengan konsonan hambat, frikatif, getar-alveolar, nasal, dan semi-vokal? Jelaskan dan berikan contohnya!
Terima kasih.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusNama: Husnul Khatimah
NIM: A1B115008
Perwakilan dari kelompok 3
Adakah cara ringkas atau cara yang mudah untuk bisa mengetahui atau mencari pasangan minimal. Jelaskan dan berikan contohnya. Dan apa perbedaan fonem, fonemik dan fonologi.
Terimakasih.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusNama: Husnul Khatimah
NIM: A1B115008
Perwakilan dari kelompok 3
Adakah cara ringkas atau cara yang mudah untuk bisa mengetahui atau mencari pasangan minimal. Jelaskan dan berikan contohnya. Dan apa perbedaan fonem, fonemik dan fonologi.
Terimakasih.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusNama: Husnul Khatimah
NIM: A1B115008
Perwakilan dari kelompok 3
Adakah cara ringkas atau cara yang mudah untuk bisa mengetahui atau mencari pasangan minimal. Jelaskan dan berikan contohnya. Dan apa perbedaan fonem, fonemik dan fonologi.
Terimakasih.
Assalamualaikum
BalasHapusNama : Riska Febrianty
Nim : A1B115045
Dalam realisasi fonem bahasa Indonesia kenapa fonem bisa menjadi bunyi bahasa , jelaskan!
Terima Kasih
Nama : Annisa Yuniar Yasmin
BalasHapusNIM : A1B115001
Kelompok : 3
Saya ingin bertanya, apakah ada cara lain untuk mengetahui suatu fonem, selain harus memerlukan pasangan minimal? Jelaskan.
Terimakasih