Kamis, 25 Februari 2016

Kelompok 4



Fonemik
Fonem dan Alofon
       Fonem merupakan abstraksi dari satu atau sejumlah fon, entah vocal maupun konsonan. Umpamanya kita ingin mengetahui bunyi [P] fonem atau bukan, maka kita cari, misalnya, pasangan kata paku dan baku. Kedua kata ini mirip sekali. Masing-masing terdiri dari empat buah bunyi. Kata paku terdiri dari bunyi [P], [a], [k], dan bunyi [u]; sedangkan kata baku terdiri dari bunyi [b], [a], [k], dan [u]. Jadi, pada pasangan paku dan baku terdapat tiga buah bunyi yang sama, yaitu bunyi kedua, ketiga, dan keempat. Yang berbeda hanya bunyi pertama, yaitu bunyi [p] pada kata paku dan bunyi [b] pada kata baku.

    Untuk membuktikan sebuah bunyi adalah fonem atau bukan dapat juga digunakan pasangan minimal yang salah satu anggotanya “rumpang”., untuk membuktikan bunyi [h] adalah fonem atau bukan kita dapat mengambil pasangan [tuah] dan [tua]. Bentuk [tuah] memiliki empat buah bunyi, sedangkan bentuk [tua] hanya memiliki tiga buah bunyi. Maka, jika bunyi [h] itu di tinggalkan, makna kata itu akan berbeda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bunyi [h] adalah sebuah fonem [h].
     Cara untuk mengetahui sebuah bunyi adalah fonem atau bukan, kita harus mencari yang disebut pasangan minimal atau minimal pair, yaitu dua buah bentuk yang bunyinya mirip dan hanya sedikit berbeda. Untuk membuktikan sebuah bunyi adalah fonem atau bukan dapat juga digunakan pasangan minimal yang salah satu anggotanya “rumpang”. Artinya, jumlah bunyi pada anggota pasangan yang rumpang itu kekurangan satu bunyi dari anggota yang utuh. Memang ada kemungkinan kita sukar mencari pasangan minimal untuk membuktikan sebuah bunyi adalah sebuah fonem atau bukan. Dalam hal ini kiranya petunjuk yang diajukan Samsuri (1983) dapat dipedomani. Kalau kita melihat kembali pembicaraan mengenai vokal, maka kita akan melihat bahwa bunyi :

>vokal depan tinggi ada dua, yaitu vocal depan tinggi atas [i] dan vocal depan tinggi bawah  [l].
>vocal belakang tinggi ada dua, yaitu vocal belakang tinggi atas [u] dan vocal belakang tinggi bawah [U].
>vokal belakang sedang ada dua, yaitu vokal belakang sedang atas [o] dan vokal belakang sedang bawah [c].
CONTOH:
Persoalan
kita sekarang apakah bunyi vokal [i] dan vokal [l] dua buah fonem atau sebuah fonem. Kalau kita menggunakan cara dengan mencari pasangan minimal untuk kedua bunyi vokal itu dalam bahasa Indonesia ternyata sampai saat ini tidak ada. Yang menjadi kenyataan adalah bahwa kedua vocal itu, [i] dan [l] memiliki distribusi yang berbeda. Vokal [i] menempati posisi pada silabel (suku kata) terbuka, silabel yang tidak memiliki koda; sedangkan vokal [l] menempati silabel yang mempunyai koda. Oleh karena itu bisa disimpulakan bahwa:

1. Vokal [i] dan [l] bukanlah merupakan dua buah fonem, melainkan cuma anggota dari sebuah fonem yang sama yaitu fonem /i/.
2. Vokal [i] dan vokal [l] didstribusinya tidak sama: vokal [i] berdistribusi pada silabel terbuka  atau silabel tak berkoda; sedangkan vokal [l] berdistribusi pada silabel terbuka atau silabel berkoda.
3. Vokal [i] dan vokal [l] memiliki distribusi komplamenter, berdistribusi yang saling melengkapi.

Fonem Bahasa Indonesia
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti. Ilmu yang mempelajari tentang fonem disebut fonemik. Fonemik merupakan bagian dari fonologi. Fonologi ini khusus mempelajari bunyi bahasa. Untuk mengetahui suatu fonem harus diperlukan pasangan minimal.
Contoh:
harus – arus ? /h/ adalah fonem karena membedakan arti kata harus dan arus
Fonem dalam bahasa Indonesia terdiri atas vokal dan konsonan. Vokal adalah bunyi ujaran yang tidak mendapatkan rintangan saat dikeluarkan dari paru-paru.
Vokal dibagi menjadi dua, yaitu vokal tunggal  (monoftong) yang meliputi a, i, u, e, o dan vokal rangkap (diftong), yang meliputi ai, au, oi.
Konsonan adalah bunyi ujaran yang dihasilkan dari paru-paru dan mengalami rintangan saat keluarnya. Contoh konsonan antara lain p, b, m, w, f, v, t, d, n, c, j, k, g, h. Konsonan rangkap disebut kluster. Contoh kluster pada kata drama, tradisi, film, modern.

 Fonem  Vokal
    Nama-nama fonem vokal yang ada dalam bahasa Indonesia adalah
1.     /i/ vokal depan , tinggi, tak bundar.
2.    /e/ vokal depan, sedang, atas, tak bundar.
3.    /a/ vokal depan, rendah, tak bundar.
4.    /ә/ vokal tengah, sedang, tak bundar.
5.    /u/ vokal belakang, atas, bundar.
6.    /o/ vokal belakang, sedang, bundar.
Fonem Diftong
       Fonem diftong yang ada dalam bahasa Indonesia adalah fonem diftong /ay/, diftong /aw/, dan diftong /oy/. Ketiganya dapat dibuktikan dengan pasangan minimal.
      /ay/ gulai x gula (gulay x gula)
      /aw/ pulau x pula (pulaw x pula)
      /oi/ sekoi x seka (sәkoy x seka)
Fonem Kosonan
 Nama- nama fonem kosonan bahasa Indonesia adalah:
1.  /b/ konsonan bilabial, hambat, bersuara.
2.  /p/ konsonan bilabial, hambat, tak bersuara.
3.  /m/ konsonan bilabial, nasal.
4.  /w/ konsonan bilabial, semi vokal.
5.  /f/ konsonan labiodental, geseran, tak bersuara.
6.  /d/ konsonan apikoalveolar, hambat, bersuara.
7.  /t/ konsonan apikoalveolar, hambat, tak bersuara.
8.  /n/ konsonan apikoalveolar, nasal.
9.  /r/ konsonan apikoaleveolar, getar.
10. /z/ konsonan laminoalveoalar, geseran, bersuara.
    Lafal Fonem Konsonan

1.  Fonem/b/
Fonem ini memiliki dua realisasi ,yaitu:
Pertama ,direalisasikan sebagai bunyi /b/ apabila berada pada awal silabel, baik silabel terbuka maupun silabel tertutup yang bukan ditutup oleh fonem konsonan/b/. Misalnya terdapat pada kata <bagus> [bagus],<kabur> [kabur], dan <bantal> [bantal].
Kedua , direalisasikan sebagai bunyi [b] dan [p] apabila berposisi sebagai koda pada sebuah silabel.Misalnya,pada kata:
<sebab> diucapkan [s∂bab] atau [s∂bap]
<jawab> diucapkan [jawab] atau [jawap]
<sabtu> diucapkan [sabtu] atau [saptu]
2.  Fonem/p/
Fonem ini secara umum direalisasikan sebagai bunyi [p] baik sebagai onset pada sebuah silabel maupun sebagai koda. Misalnya,<papan> [papan],<puku> [pukul], dan <sampul> [sampul]. Namun ,perlu dicatat fonem /p/ pada awal kata bila diberi prefiks me- atau prefiks pe- akan luluh atau disenyawakan dengan bunyi nasal yang homorgan (sealat ucap). Misalnya:
me + pilih     → [memilih]
pe  + pilih     → [pemilih]
me + potong → [memotong]
pe  + potong → [pemotong]
3.  Fonem/n/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [n], seperti pada kata <nanas> [nanas], <pinang> [pinan],dan <iman> [iman].
4.  Fonem/w/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [w] seperti pada kata <waris> [waris] <awan>,[awan], dan <bawal> [bawal], dan <wow> [wow].
5.  Fonem/f/
Fonem ini secara umum direalisasikan sebagai bunyi [f], seperti pada kata <fikir> [fikir], <kafe>, [kafe],dan <aktif> [aktif]. Kata serapan asing yang secara ortografi ditulis dengan huruf <v>, seperti pada kata < vitamin> , >variasi> dan <rival> juga dilafalkan sebagai bunyi [f] . jadi,lafal ketiga kata itu adalah [fitamin], [fariasi],dan [rifal].
6.  Fonem/d/
Fonem ini memiliki dua macam realisasi,yaitu
Pertama ,direalisasikan sebagai bunyi /d/ apabila berposisi sebagai onset pada sebuah silabel . Misalnya terdapat pada kata <daging > [dagin],<hadis> [hadis], dan <dada> [dada].
Kedua , direalisasikan sebagai bunyi [t] dan [d] bila berposisi sebagai koda pada sebuah silabelyaitu:
<abad> dilafalkan [abat] atau [abad]
<ahad> dilafalkan [ahat] atau [ahad]
<jilid> dilafalkan [jilit] atau [jilid]
7.  Fonem/t/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [t] , seperti pada kata <titi> [titi], <latih>[latih], dan <rebut> [rebut].
Namun, perlu dicatat fonem/t/ pada posisi awal bila diberi prefiks me- atau prefiks pe- akan luluh dan bersenyawa dengan bunyi nasal yang homorgan dengan fonem /t/ itu misalnya:
me + tari        →  [menari]
pe  + tari        → [penari]
me + tumbuk → [menumbuk]
         pe  + tumbuk → [penumbuk]
8.  Fonem/r/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [r] baik berposisi sebagai onset maupun sebagai koda pada sebuah silabel. Misalnya pada kata <ribut>, [ribut],<karet>, [kar], dan <kabar>, [kabar].
9.  Fonem/s/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [s] baik sebagai onset maupun sebagai koda pada sebuah silabel.Misalnya pada kata <sakit> [sakit],<pesan> [pesan] ,dan <kamus> [kamus].
10.   Fonem/y/
Fonem ini direalisasikan sebagai bunyi [y] seperti pada kata <yatim>, [yatim], <ayun>, [ayun],dan <yayasan> [yayasan].Fonem ini tidak pernah berposisi sebagai koda.

Realisasi  Fonem Bahasa Indonesia
          Realisasi fonem adalah pengungkapan sebenarnya dari ciri atau satuan fonologis, yaitu fonem menjadi bunyi bahasa
Realisasi Fonem Vokal

Berdasarkan
pembentukannya, realisasi fonem vocal dibedakan sebagai berikut :
a.                        Fonem               /i/     adalah vocal tinggi-depan-takbulat.
b.                        Fonem               /u/     adalah vocal atas-belakang-bulat.
c.                        Fonem               /e/    adalah vocal sedang-depan-bulat.
d.                        Fonem               //     adalah vocal sedang-tangah-bulat.
e.                        Fonem               /o/     adalah vocal sedang-belakang-bulat.
f.                        Fonem               /a/     adalah vokal rendah-tengah-bulat.

 Fonem konsonan

Berdasarkan
cara pembentukannya, realisasi fonem konsonan dibedakan sebagai berikut:
a. Konsonan hambat.
b. Konsonan Frikatif.
c. konsonan getar-alveolar.
d. konsonan lateral-alveolar.
e. konsonan nasal.
f. semi-vokal.